Percakapan di Judul Lagu

Agnes Monica – Rapuh

Iwa K – Bebas

D’Masiv – Natural

Iklim – Suci Dalam Debu

Clay Aiken – Without You

Exist – Gerimis

Boys Like Girl ft Taylor Swift – Two Is Betten Then One

Green day – Boulevand of Broken Dreams

Igo – Karena Aku punya Kamu

Kotak – Terbang

Kerispatih – Mengenangmu

A7x – Warmness on the soul

Rio Febrian – Aku bertahan

Bondan Prakoso – Ya sudahlah

Christina Perry – A Thousand Years

Peterpan – Mungkin Nanti

Kim Hyun Jung – Because I’m stupid

Ello CS – Semangat Baru

Lee Seung Chul – No one else

J-Rocks – Meraih Mimpi

Davichi – Don’t Say Goodbye

Linking Park – Numb

Sammy Simorangkir – Jaga Hatiku

Iwan Fals – Ijinkan Aku Mencintaimu

“Tanpamu, sepinya waktu. Merantai hati.” Once – Dealova

Stealheart – She’s gone

Avril Lavigne – When You’re gone

Elemen – Rahasia Hati

ST12 – Saat Terakhir

Peterpan – Semua Tentang Kita

ST12 – Jangan Pernah Berubah

Republik – Aku dan Perasaan ini

Afgan – Kembali

Vagetoz – Kehadiranmu

Vagetos – Betapa Aku Mencintaimu

D’Masiv – Jangan Menyerah

Monita – Kekasih Sejati

Slank – Ku tak Bisa

Audy – Pencuri Hatiku

Radja – Yakin

Ussy ft Andhika – Kupilih Hatimu

Tujuh Kurcaci – Goresan Pelangi

Mahadewi – Risalah Hati

Radja – Tulus

Asap – Ingatkah Kamu

Aks – Tuk Dia yang Kusayang

Sammy Simorangkir – Sedang Apa dan Dimana

Bondan Prakoso – Bumi ke Langit

Utopia – Serpihan Hati

Radja – Jujur

T2 – Tak Jodoh

Raiko – Alive

Iklan

Dulu

Dulu, aku pernah berada di sampingmu. Mungkin cukup dekat, hingga jarak tidak lagi terasa. Tapi merasakan perihnya mendengar suara seorang wanita.

Iya, dulu, pernah seseorang meneleponmu. Mengatakan betapa ia merindukanmu. Dengan suara seperti anak kecil butuh induknya, dia menangis meminta sebuah temu.

Iya, dulu, percakapan itu membuatku menjauh. Beberapa langkah dari sisinya. Takut perang dunia ketiga terjadi, jika si wanita mengetahui.

Iya, dulu, aku tidak datang sebagai wanita butuh lelaki. Aku datang karena undangan menjebak dari si hati. Bukan berniat kembali, hanya entah mengapa semua terjadi.

Iya, dulu, entah cemburu atau hanya panas hati. Atau keduanya mungkin punya satu arti. Aku tidak suka melihat aku telah terganti.

Iya, dulu.

Sibuk

Aku lebih suka menyibukan diri dengan banyak hal. Baik itu berguna ataupun tidak. Menghasilkan atau hanya sebagai hiburan.

Aku lebih suka menyibukan diri dengan banyak hal. Membuat badan ini bergerak dengan aktivitas yang sebenarnya sungguh melelahkan. Membuatku tidak merasa kesepian.

Aku lebih suka menyibukan diri dengan banyak hal. Agak banyak hal yang aku lupakan. Baik kisah menyebalkan atau bahkan menyedihkan.

Bulan

Mengapa bulan selalu terlihat indah dari kejauhan. Begitu mengagumkan ketika bersinar di gelapnya malam sendirian.

Mengapa bulan selalu banyak yang menginginkan. Begitu dipuja dan banyak yang mengharapkan.

Mengapa bulan selalu sulit ditemui. Begitu penuh rintangan yang harus dihadapi.

Mengapa bulan selalu tinggi dan tidak bisa aku dapati. Begitu jauh hingga mungkin harus diakhiri.

Jujur-Rindu

Jika harus jujur, aku rindu memanggilmu milikku. Membagikan memori dan senyum di media sosialku. Tanpa ragu mengganggumu dengan telepon dan pesan dariku. Atau bahkan tidak henti mengatakan aku merindukamu.

Selesai

Aku mengatakan dengan lantang. Bahwa aku sudah selesai. Mengakhiri sebuah cerita yang tak tahu kapan memiliki awal.

Aku berteriak penuh keyakinan. Bahwa aku sudah selesai. Berharap tidak ada lagi yang tersisa tentang kenangan atau sebuah perasaan.

Aku tersenyum dengan sedikit rintihan. Bahwa aku sudah selesai. Inginkan kamu berhenti menarik ulur harapan.

Aku sungguh merasa semua melelahkan. Bahwa aku sudah selesai. Meski kadang sedikit merindukan.

Aku vs Dia (Part 3)

Ternyata aku belum berdamai dengan keadaan
Terkadang kesal dan menahan perasaan
Tak kusebut perasaan apa itu
Yang kutahu menggumpal dalam kepala
Panas menggerogoti jiwa raga
Marah yang tidak bisa lewat kata
Mungkin air penuh dalam mata
Tidak apa-apa
Semua menjadi cerita
Bahwa kita pernah bersama
Gak apa-apa aku yang setia
Meski kamu pernah lupa

Aku vs Dia (Part 2)

Hidup tak melulu tentang nyapa dan bertemu.
Malah sering menahan rindu.
Manusia tidak melulu baik dan mudah berjanji .
Malah terkadang naik dan lupa teman sendiri.
Aku sulit merangkai kata, hanya padamu aku mudah bermain kata.
Aku sulit analisa matematika, hanya pada mu aku mengerti cinta.
Aku sih yang bilang cinta, tapi dia yang di terima

Niat hati ingin selamanya sejati
Apalah daya takdir tidak merestui
Cita-cita ingin membeli rumah agar mandiri
Malah dia yang kau beri mimpi
Boleh pergi tapi untuk kembali
Tapi ternyata janji menutupi langkah kaki
Cape sendiri
Ketemu boleh ketemu
Tapi kamu memberi harapan palsu
Aduh bagai aku yang kehausan
Dia yang kau beri minum

Ucap mu tak selamanya harum.
Cerita mu selalu bikin kagum.
Hidup ku butuh kamu tak menuntun.
Tangan mu berharap bisa ku tuntun.
Cita-cita ingin serumah dan sekamar,
Dia lebih dulu bertamu dan melamar.
Cita-cita punya anak sebelas dan bikin kesebelasan.
Dia lebih dulu memulai dan memesan.
Niat hati sehidup semati, tapi dia yang mengucap janji