Percakapan di Judul Lagu

Agnes Monica – Rapuh

Iwa K – Bebas

D’Masiv – Natural

Iklim – Suci Dalam Debu

Clay Aiken – Without You

Exist – Gerimis

Boys Like Girl ft Taylor Swift – Two Is Betten Then One

Green day – Boulevand of Broken Dreams

Igo – Karena Aku punya Kamu

Kotak – Terbang

Kerispatih – Mengenangmu

A7x – Warmness on the soul

Rio Febrian – Aku bertahan

Bondan Prakoso – Ya sudahlah

Christina Perry – A Thousand Years

Peterpan – Mungkin Nanti

Kim Hyun Jung – Because I’m stupid

Ello CS – Semangat Baru

Lee Seung Chul – No one else

J-Rocks – Meraih Mimpi

Davichi – Don’t Say Goodbye

Linking Park – Numb

Sammy Simorangkir – Jaga Hatiku

Iwan Fals – Ijinkan Aku Mencintaimu

“Tanpamu, sepinya waktu. Merantai hati.” Once – Dealova

Stealheart – She’s gone

Avril Lavigne – When You’re gone

Elemen – Rahasia Hati

ST12 – Saat Terakhir

Peterpan – Semua Tentang Kita

ST12 – Jangan Pernah Berubah

Republik – Aku dan Perasaan ini

Afgan – Kembali

Vagetoz – Kehadiranmu

Vagetos – Betapa Aku Mencintaimu

D’Masiv – Jangan Menyerah

Monita – Kekasih Sejati

Slank – Ku tak Bisa

Audy – Pencuri Hatiku

Radja – Yakin

Ussy ft Andhika – Kupilih Hatimu

Tujuh Kurcaci – Goresan Pelangi

Mahadewi – Risalah Hati

Radja – Tulus

Asap – Ingatkah Kamu

Aks – Tuk Dia yang Kusayang

Sammy Simorangkir – Sedang Apa dan Dimana

Bondan Prakoso – Bumi ke Langit

Utopia – Serpihan Hati

Radja – Jujur

T2 – Tak Jodoh

Raiko – Alive

Iklan

Menulislah

Kadang teman tak selalu menjadi seseorang yang sangat sejati. Terlihat manis, namun ternyata semua tak ada arti. Terkadang lembut, namun ternyata tak ada hati nurani

Maaf, bukan karena saya tidak suka punya teman. Saya punya begitu banyak teman dimana saja. Dunia nyata, atau bahkan dunia maya sekalipun. Tapi tahukah Anda? Terkadang kita harus selalu berpikir ke depan. Tidak hanya memikirkan bahwa kita hanya ingin mengungkapkan isi hati kita, hanya ingin segera berbagi kisah kita, apapun itu, entah cerita duka atau suka sekalipun.

Lihatlah dunia kita yang begitu berwajahkan keindahan, tapi ternyata itu hanya kebohongan. Berkatakan kelembutan, tapi itu hanya rayuan. Kini kita dihadapkan dalam kehidupan. Ketika segala hal hanya bisa kita katakan tanpa menjadi sebuah hasil yang menjadikan, kini ada hal lain yang bisa kita coba ubah menjadi semakin baik. Menulis.

Takut

Bahkan aku lemas meskipun hanya ingat wajahmu. Takut kenangan itu membuatku beku dan terpaku hanya mengingat sakit itu.

Aku takut.Meradangnya hati karena rindu. Aku juga takut. Takut tak akan lagi ada balasan rasa yang harusnya juga ia rasa untukku. Aku hanya takut.

Adalah

Kamu adalah objek yang dapat kutulis dalam nafasku, dapat pula kugambar dalam setiap langkah hari-hariku, juga bisa berupa sinar dalam redupnya bulan di malamku.

Kamu adalah gambaran yang tidak bisa aku lukiskan, kata yang tidak bisa aku ucapkan, hangat yang tidak bisa aku rasakan, atau lembut yang tidak bisa aku sandarkan.

Kamu adalah cita dari semua impian, tujuan dari setiap harapan, visi dari seluruh pengabdian.

 

Kamu

Kamu tidak pernah lebih dari sebaris kalimat, tidak pernah lebih dari ini. Kamu tidak pernah lebih dari semanis bicara, tidak pernah lebih dari itu.

Seperti tetesan embun yang jatuh di setiap paginya. Kamu setia dengan perlakuanmu. Seperti hembusan angin di setiap malamnya. Kamu dingin dengan sikapmu.

Kamu tidak lebih dari yang mengukir luka di masa laluku, tidak lebih dari menyakitiku. Kamu tidak lebih dari yang pernah mengeras di hatiku, tidak lebih kuat dan mencair di ingatanku.

Bagai pelangi yang tidak bisa hadir selamanya. Bagai awan yang tidak bisa menetap setiap waktunya. Bagai cerita yang tidak selalu manis akhirnya. Bagai rindu yang selalu menanyakan keberadaannya.

Puas?

Pernahkah kamu tidak puas akan sesuatu? Semacam sadar bahwa ada sebagian hal, atau hanya se’cuil’ kata yang belum sempat kamu utarakan.

Pernahkah kamu tidak puas akan sesuatu? Semacam kesal karena tidak pernah, bahkan tidak mampu menanyakan sebuah pertanyaan klasik.

Pernahkah kamu tidak puas akan sesuatu? Semacam ada hal yang tidak bisa kamu capai, bahkan untuk mengingatnya pun kamu tak bisa.

Pernahkah kamu tidak puas akan sesuatu? Semacam tidak ikhlas dengan garis cerita hidup, bahkan takdir yang sudah digariskan akan dirimu.

Pernahkan kamu tidak puas akan sesuatu? Semacam menyesal telah banyak melakukan kesalahan, bahkan menyia-nyiakan banyak hal.

Pernahkan kamu tidak puas akan sesuatu? Semacam benci akan dirimu sendiri, bahkan kamu tidak tahu apa yang bisa merubah keadaan.

Pernahkah? Atau kamu selalu puas akan segala hal? Kamu selalu yakin dengan semua keadaan? Kamu selalu percaya dengan apa yang telah kamu lakukan?

Lupa

02.35 WIB. Tiba-tiba kuterbangun. Termenung mengingat bayangan seseorang dalam mimpi sekian detik yang lalu. Entah harus senang atau sedih. Lebih tepatnya bingung dengan yang terjadi.

Terlihat dia menyapaku. Mengajakku berjalan melihat beberapa foto pada sebuah pameran. Belum tau mengapa aku bisa bertemu dengannya, juga mengapa aku bisa seakrab itu setelah sekian lama.

Dia banyak menceritakan beberapa kejadian ketika lama tidak bertemu denganku. Termasuk kisah cintanya yang dia anggap tidak begitu mulus. Masih bingung dengan apa yang terjadi. Kenapa dia harus membahas apa yang sesungguhnya aku kurang suka.

Berjalan berkeliling di pameran itu. Lama aku rasa tidak berbicara dengannya. Dia selalu enak diajak bicara. Selalu ada hal yang akan membuatku tersenyum dan menyadari betapa dia begitu menyenangkan.

Entah berapa lama aku menghabiskan semua cerita dengannya. Seperti tidak ingin pergi, tidak ingin itu berakhir. Hingga aku menyadari hangatnya tidak hilang, suaranya terngiang, matanya berbinar, tangannya menggenggam. Aku lupa akan waktu.

Terjebak. Aku lupa bahwa mimpi tidak akan pernah abadi. Dia bukan lagi seseorang yang sejati. Setelah dia pergi. Aku lupa dia tidak lagi sendiri. Maaf aku lupa diri.