Percakapan di Judul Lagu

Agnes Monica – Rapuh

Iwa K – Bebas

D’Masiv – Natural

Iklim – Suci Dalam Debu

Clay Aiken – Without You

Exist – Gerimis

Boys Like Girl ft Taylor Swift – Two Is Betten Then One

Green day – Boulevand of Broken Dreams

Igo – Karena Aku punya Kamu

Kotak – Terbang

Kerispatih – Mengenangmu

A7x – Warmness on the soul

Rio Febrian – Aku bertahan

Bondan Prakoso – Ya sudahlah

Christina Perry – A Thousand Years

Peterpan – Mungkin Nanti

Kim Hyun Jung – Because I’m stupid

Ello CS – Semangat Baru

Lee Seung Chul – No one else

J-Rocks – Meraih Mimpi

Davichi – Don’t Say Goodbye

Linking Park – Numb

Sammy Simorangkir – Jaga Hatiku

Iwan Fals – Ijinkan Aku Mencintaimu

“Tanpamu, sepinya waktu. Merantai hati.” Once – Dealova

Stealheart – She’s gone

Avril Lavigne – When You’re gone

Elemen – Rahasia Hati

ST12 – Saat Terakhir

Peterpan – Semua Tentang Kita

ST12 – Jangan Pernah Berubah

Republik – Aku dan Perasaan ini

Afgan – Kembali

Vagetoz – Kehadiranmu

Vagetos – Betapa Aku Mencintaimu

D’Masiv – Jangan Menyerah

Monita – Kekasih Sejati

Slank – Ku tak Bisa

Audy – Pencuri Hatiku

Radja – Yakin

Ussy ft Andhika – Kupilih Hatimu

Tujuh Kurcaci – Goresan Pelangi

Mahadewi – Risalah Hati

Radja – Tulus

Asap – Ingatkah Kamu

Aks – Tuk Dia yang Kusayang

Sammy Simorangkir – Sedang Apa dan Dimana

Bondan Prakoso – Bumi ke Langit

Utopia – Serpihan Hati

Radja – Jujur

T2 – Tak Jodoh

Raiko – Alive

Iklan

Lupa

02.35 WIB. Tiba-tiba kuterbangun. Termenung mengingat bayangan seseorang dalam mimpi sekian detik yang lalu. Entah harus senang atau sedih. Lebih tepatnya bingung dengan yang terjadi.

Terlihat dia menyapaku. Mengajakku berjalan melihat beberapa foto pada sebuah pameran. Belum tau mengapa aku bisa bertemu dengannya, juga mengapa aku bisa seakrab itu setelah sekian lama.

Dia banyak menceritakan beberapa kejadian ketika lama tidak bertemu denganku. Termasuk kisah cintanya yang dia anggap tidak begitu mulus. Masih bingung dengan apa yang terjadi. Kenapa dia harus membahas apa yang sesungguhnya aku kurang suka.

Berjalan berkeliling di pameran itu. Lama aku rasa tidak berbicara dengannya. Dia selalu enak diajak bicara. Selalu ada hal yang akan membuatku tersenyum dan menyadari betapa dia begitu menyenangkan.

Entah berapa lama aku menghabiskan semua cerita dengannya. Seperti tidak ingin pergi, tidak ingin itu berakhir. Hingga aku menyadari hangatnya tidak hilang, suaranya terngiang, matanya berbinar, tangannya menggenggam. Aku lupa akan waktu.

Terjebak. Aku lupa bahwa mimpi tidak akan pernah abadi. Dia bukan lagi seseorang yang sejati. Setelah dia pergi. Aku lupa dia tidak lagi sendiri. Maaf aku lupa diri.

Kenang

Cobalah kau kenang. Sedikit yang telah terbuang. Atau yang sudah berkurang. Bahkan sudah tak ada lagi persimpangan. Boleh kau bayang. Wajahku yang hilang. Walau mungkin aku masih sayang. Tapi kau ingin aku tidak berjuang.

Belum Berdamai

Aku pernah mendengar sebuah cerita. Tentang seorang manusia. Yang sulit berdamai dengan cinta. Dia tidak sadar akan semua takdir yang ia rasa. Bahwa semua selalu ia kaitkan dengan cerita lama.

Begini ceritanya.

Sebut saja dia Amalia. Pernah saling cinta dengan si Dafa. Tiba-tiba harus berpisah karena tak sengaja. Merasa tidak pantas untuk bersama.

Suatu ketika ketika cerita lama sudah sirna. Amalia berjumpa dengan seseorang yang ia suka. Tapi Amalia menganggapnya terlalu sama dengan Dafa. Berpisahlah mereka.

Lalu Amalia lagi-lagi gagal karena cinta. Dia bertemu dengan pria lain yang bisa ia puja. Tapi tak lama semua hancur seketika. Ketika ia sadar bahwa pria itu mirip Dafa.

Berulang kali hal itu terjadi pada Amalia. Selalu benci akan Dafa. Selalu tidak mau menerima. Bahwa sebenarnya dia belum lupa.

Sampai akhirnya dia ingat akan luka. Serta duka yang pernah menghancurkannya. Dia lupa bahwa dia selalu tidak suka. Dan lupa untuk berdamai dengan cinta.

Bisik Seorang Penumpang

Mungkin karena gak pernah, alias jarang banget, naik bus dan sejenisnya, badan kerasanya gak enak.

You know lah. Kemana-mana pengennya naik kereta. Secara, meskipun ekonomi, kereta punya AC. Sepenuh apapun di kereta, selalu ada celah dimana dapet kena dinginnya AC.

Memang, gak selalu bus yang ditumpangi itu tanpa AC. Tapi terkadang, sedingin apapun AC, kalau jalanan macet, dedek gak tahan.

Memang, di bus tanpa AC itu ada jendela yang bisa dengan bebas dibuka. Tapi kita semua pasti tau, tidak semua orang itu sadar bahwa merokok itu tidak boleh di kendaraan umum. Selebar apapun itu jendela di buka, asep rokok pasti kena.

Kelebihan dari naik kereta, yaitu punya jalan sendiri dengan jadwal tersendiri. Ya, kadang sebel juga kalo kereta ekonomi harus ridho kalau yang diprioritaskan itu kereta jarak jauh, bukan kereta lokal. Tapi, dengan kemurahan, dan AC (tetep kembali ke si AC) pasti banyak pengguna yang rela menunggu meski di jadwal kereta selanjutnya.

Ini pendapatku, yang pernah kapok naik kendaraan roda empat atau lebih atau kurang, pokoknya yang jalannya di jalan raya. Pernah ngalamin namanya gak bisa gerak di tengah banjir. Oh God. Rasanya pengen balik lagi, bodo amat harus nerjang banjir. Tapi ya sudahlah, ini curhatan manusia yang duduk di belakang jadi penumpang, buka supirnya.

Tapi namanya juga hidup. Selalu ada hal baik dan buruknya. Seburuk apapun kemacetan, pasti semua punya penyebabnya. Punya alasannya kenapa manusia rela bermacet-macet ria, berhujankan keringat hanya untuk menuju suatu tempat. Entah itu naik kendaraan beroda, atau kendaraan bersayap, maupun yang jalannya di rel. Semuanya ingin dapat nafkah kan? Semuanya bersusah payah demi keluarganya. Semuanya berjuang untuk datang ke keluarganya. Meskipun tanpa AC, banyak yang membakar uang, banyak yang berjualan teriak-teriak, banyak yang mabuk perjalanan, banyak yang kesal akibat kemacetan, semuanya untuk mencapai tujuan mereka. Tidak ada yang salah dengan apa yang mereka harapkan.

Penasaran?

Kalau mau. Ask aja aku. Minta id line-ku. Atau minta pin bbmku. Boleh sekalian nomor whatsapp-ku. Biar jelas. Biar tau gimana cerita awal sampai cerita akhirnya.

Kutunggu.

Siapa yang tahu?

Demi apapun di dunia. Tidak ada satu makhlukpun yang akan tahu kisah setiap orang, setiap jejak manis atau pahit hidupnya, atau setiap doa juga harapannya.

Demi apapun itu di dunia. Tidak akan ada makhluk apapun yang bisa menebak hati setiap orang, setiap baik buruk ucapannya, atau setiap inci perbuatannya.

Kamu? Atau dia? Atau aku? Ataupun manusia terhebat di dunia. Tidak akan pernah tahu tentang kebenaran. Kamu, dia, aku, atau siapapun punya pandangan tentang kebenarannya sendiri. Tentang arti hidupnya sendiri.

Siapa yang tahu? Bahkan jelas aku tidak pernah menjadi seseorang. Tidak pernah mencoba menjadi yang paling tersayang. Yang terbaik itu tidak perlu diundang, atau dikekang. Mereka sendiri yang akan datang.