Rindu Seorang Sahabat

Hari ini aku kembali mengingatmu, ingin sekali berucap dan saling bercanda bersamamu.

Tapi yang kupunya saat ini hanya sepi dan airmata.

Airmata yang terus menerus mengalir karena terluka akibat kehilanganmu.

Sahabat yang paling terkasih dan tak mungkin terhapus juga telupakan.

Hari ini pula aku mencoba menghampirimu, mengatakan bahwa aku merindukanmu, rindu sangat terasa membunuh dalam ragaku.

Rindu seorang sahabat.

Iklan

3 thoughts on “Rindu Seorang Sahabat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s