Sia-sia

Aku kembali terinjak
Kembali teriris tajamnya pisau kehidupan
Kembali menangis karena menahan sakitnya tertancap pedang kedustaan

Rasa yang pernah aku jaga rapat-rapat kini sirna
Rasa yang pernah aku simpan rapi kini hancur
Karena terdustai cinta

Aku hidup seperti angina
Pergi berjalan tak tentu arah juga tujuan
Aku hidup seperti air
Terus mengalir tanpa tahu kemana akan terhenti

Begitupun rasaku
Aku terus bertahan juga berusaha mempertahankan apa yang aku rasakan
Tapi semua hanya sia-sia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s