Senja

Aku diam menantap matahari yang kemudian turun dari kesetiaannya menerangi bumi. Sedikit menghilang, tapi masih memberi keindahan. Hampir habis, tapi masih dengan cahaya indahnya yang mengagumkan. Habis dan kemudian kembali berganti malam yang tak kalah menenangkan.

 

Senja.

Aku diam memikirkan senja yang sedang aku tatap dan pikirkan. Ternyata indahnya membuatku tersenyum dan mengingat segala yang juga indah. Pantai. Pegunungan. Mereka semua indah. Tapi tak akan pernah berarti ketika mereka semua hancur.

Masih bisa aku ingat jelas ketika senja menghilang dari tatapanku. Sedih. Redup. Gelap. Tapi aku yakin ia akan kembali. Akhir dari panas, akhir dari cahaya yang begitu terang. Yaitu senja.

Semua yang ada di dunia ini, indah. Tak terkecuali makhluk besar dan kecil. Makhluk darat dan laut. Semua indah. Dan hatiku terlukis indah ketika sedikit cahaya senja sampai pada kulitku. Kepuasan tersendiri.

Senja.

Malam boleh sangat indah karena bintang. Siang boleh sangat terang karena cahayanya. Tapi aku merindu senja. Matahari yang akan pergi tapi penuh warna dan kesan. Matahari yang akan pergi penuh harapan agar lekas kembali.

 

Senja, bagai sahabat yang akan pergi. Senja, bagai dirimu yang aku puja. Senja, bagai cinta yang selalu aku tunggu.

Iklan

5 thoughts on “Senja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s