Teman?

Kau rampas nyata apa yang aku punya. Tanpa malu. Tanpa sebuah penyesalan.
Teman yang aku pikir akan menjadi teman yang nyata dan membangunku menjadi jauh sangat lebih baik. Ternyata menjerumuskanku. Ternyata menusukku. Ternyata membuatku teramat sangat hina.
Kau rampas nyata apa yang aku punya. Tanpa malu. Tanpa sebuah penyesalan.
Teman yang aku pikir sejati kini mengkhianatiku. Teman yang aku pikir sejalan dengan keseharianku ternyata memberi noda dengan tinta kebusukkan yang melelehkan hatiku, meremukkan jantungku, membelah ragaku, meracuni pikiranku dan menjauhkanku dari kesucian.
Kau rampas nyata apa yang aku punya. Tanpa malu. Tanpa sebuah penyesalan.
Inikah arti  teman yang sesungguhnya? Inikah arti teman sejati yang sebenarnya? Yang menghancurkan, mengkhianati, meracuni, membebani, menyusahkan, menggores luka dan pergi tanpa malu dan penyesalan. Tanpa maaf dan ucapan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s