Harapan Semu

Memilikimu sama halnya dengan menyentuh sinar matahari, memeluk angin, dan menghitung air. Mengharapkanmu sama halnya menghidupkan orang mati, membuat gedung di atas awan, dan menguras air laut.

Semu.

Semua yang aku rasakan padamu hanya sebuah kesemuan. Berharap dan mengharapkan segala sesuatu yang tidak mungkin terjadi.

Aku hanya ingin selalu memegang erat tanganmu. Hanya ingin selalu bisa melihat senyummu. Hanya ingin selalu bisa mendengar suaramu, kata rindu, cinta, yang pernah jua aku dengar dari hatimu.
Ini berat. Berat jika aku harus melepaskannya begitu saja.

Aku menyayangimu, sungguh menyayangimu. Tapi aku tahu, dan aku hanya bisa berharap tanpa mendapatkan yang lebih dari itu.

Ini tentang harap dan mimpiku. Sebuah kesemuan yang sampai saat ini masih aku lakukan. Masih aku rasakan. Masih sangat menggoncang pikiran dan ingatanku.

Semu.

Semua yang aku tahu tentangmu, semua juga yang pernah aku berikan padamu, semua yang pernah kita lakukan. Semu. Takkan berakhir dengan senyum. Hanya tangis, dan mungkin hanya penyesalan.

Terjadi? Ya
Telah terjadi pada perasaanku. Semu
Terasa lelah
Tanpa gairah
Tak ingin dekat-dekat denganmu
Tak juga senang memandangimu
Tapi Tuhan tahu aku punya rasa
Tuhan sadar tentang inginku
Tentang kamu
Tentang kita
Tempat dan waktu berpadu
Terima cinta
Terjadi lagi, saat ini

Semu. Jemu. Risau.

Ini hanya harapan palsu. Dari kepalsuan rasa. Penantian raga. Pada cinta yang telah tiada.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s