Pertemuan Kembali

Ternyata masih ada ingatan tentangmu dalam pikiranku. Saat pertama kita saling berpandangan, melihat satu sama lain dalam sebuah kelas bahasa. Saat kita mengucap salam perkenalan. Saat kita dekat. Bahkan saat kita marah dan kesal. Saat-saat bahagia. Hingga akhirnya saat kita berpisah di suatu hari.

Setelah kita kehilangan komunikasi. Hubungan pertemanan atau sekedar bertemu di sebuah ketidaksengajaan, kita tak pernah. Akhirnya Tuhan mengirim ribuan malaikat agar membuat kita bertemu. Bukan hal yang diinginkan. Bukan direncanakan. Tapi Tuhan tahu, ini jalan untuk kita kembali mengenal.

Kita tidak pernah sedekat ini sebelumnya. Jarak masih membentang meskipun kita dulu disebut ‘dekat’. Hari ini, aku berada di sampingmu. Sedikit melirikmu dan melihat perubahan yang sangat jelas padamu.

Kamu semakin besar. Haha. Entahlah, pipimu mengembung. Dulu aku tahu, kamu anak kecil-manis-polos yang tidak banyak makan. Wah wah, ternyata sekarang kamu berubah. Hampir satu tahun kita terpisah, kini aku melihatmu dengan hal yang berbeda.

Caramu berbicara, masih sama. Manja. Tapi aku rindu sikapmu itu. Caramu menatapkupun kini berbeda, ternyata kamu mampu berbicara banyak dan tidak malu membalas tatapanmu. Membalas gurauanku, atau membalas cubitanku. Aku merindukannya.

Aku punya banyak sekali ribuan pertanyaan untukmu. Tentu banyak sekali. Satu tahun sudah kita jauh. Dalam pikiran dan ruang waktu. Ingin sekali aku kembali memulai perbincangan, tapi aku tahu jelas, aku melihat wajah gelisahmu menundukkan kepala.

Aku melirikmu, kemudian bertanya, “Kamu kenapa?” Tidak ada jawaban, hingga kemudian aku menundukkan kepalaku. Melihat ke bawah. Banyak orang bersuka cita, banyak orang yang terlihat bahagia, kecuali perempuan yang berada disampingku kini.

“Tidak, aku baik-baik saja.”

“Aku hanya sedang bertanya pada udara, pada suara-suara tawa di sekeliling kita, pada kabut yang sebentar lagi turun, juga pada diriku sendiri.”

“Apa yang kamu tanyakan?” Aku bertanya padanya, merasa penasaran. Dan kini aku melihatnya mengepalkan kedua tangannya, melihat lurus ke depan kemudian menjawab.

“Aku bertanya. Apa benar, lelaki yang saat ini berada di sampingku adalah seseorang yang sudah sekian lama aku tunggu? Apa benar, dia orang yang pernah mengisi hatiku? Hm, Tuhan baik. Coba lihat ke depan, awan itu sebentar lagi turun. Aku takut.”

Aku menjawab semua pertanyaannya dalam hatiku, “Iya, ini aku. Aku yang sudah meninggalkanmu.”

“Aku takut. Takut setelah awan itu turun. Awan yang sudah meneduhkan orang-orang di bawah sana yang berbahagia. Kemudian hilang, dan entah kapan akan kembali. Meski aku tahu, awan itu pasti kembali.”

Aku diam mendengarnya. Kata-kata itu membuatku malu. Aku merasa seperti awan itu. Mungkin bukan awan, tapi kabut tebal yang penuh dengan tanda tanya. Apa hanya akan meneduhkan, atau akan menjadi hujan.

Ingin aku berteriak dan meminta ribuan maaf padamu. Sungguh hal yang memalukan. Tidak pernah aku memikirkan hal sejauh itu. Sekedar mengingat begitu baiknya dia. Atau sekedar ingin kembali menyambung silaturahmi dengan keluarganya.

“Kamu sudah punya pacar?” Tanyanya padaku, memecah kebisuan antara aku dan dia. Entah apa yang harus aku jawab. Takut mengecewakannya untuk kesekian kali.

“Kamu tidak perlu jawab, aku sudah tahu. Kamu itu lelaki baik, yang selalu setia. Setidaknya sekarang kamu sudah sangat setia. Kamu masih baik-kan dengannya? Aku tahu, hm, adik kelasmu-kan? Langgeng ya.” Aku bingung, aku malu harus jawaban apa yang akan aku katakan padanya. Dia tahu segalanya. Tahu dosaku dulu setelah meninggalkannya.

“Aku tahu, meskipun kamu tidak pernah beri tahu. Aku tahu, meskipun kita tidak pernah bertemu.”

Iklan

4 thoughts on “Pertemuan Kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s