Mimpi

namiabdinami's Blog

Kunikmati fajar dari balik tirai yang usang. Rasanya mata ini tak ingin berpaling dari apa yang dilihatnya. Sesuatu yang selama ini hanya dapat dinikmati pandangan tak sopan ini, tanpa mampu berlama-lama, apalagi bersuara.

Kudengar deru nafasku yang bersatu dengan hembusan angin di pagi hari. Ah, apalah arti nafas yang menggebu tanpa sebuah rencana yang tentu.
Kurasakan degup jantungku yang berpacu dengan laju detik jam dinding. Ah, apalah arti jantung yang berdebar tanpa sebuah langkah yang tak gentar.

Malam ini kembali aku lihat ia terdiam sepi. Seharusnya aku hanya diam mengamati. Tapi ternyata aku tak mampu hanya diam berpangku hati. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi.
Aku melangkahkan kaki kemudian mencoba mendekati. Semoga ia tidak menyadari bahwa aku tengah mengahampiri. Tapi entah ini hanya mimpi atau aku seakan berjalan tanpa kaki. Aku tak kunjung bisa menggapainya meski satu senti.

Ia masih saja terdiam. Bahkan aku terbius hanya dengan diamnya…

Lihat pos aslinya 280 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s