Haruskah Percaya?

Kubaca, kulihat, dan kurasakan. Haruskah aku percaya?

Seharusnya tidak, dan seharusnya aku tak usah lagi percaya. Tapi apa bisa? Sedangkan yang aku punya mungkin tak bisa lagi kusebut sekedar. Kini seakan dalam. Kini seakan sudah jadi sebuah kebutuhan. Ya, aku mengalami rasa ini sejak berbulan-bulan lalu. Hingga aku tak mampu bilang tidak, tak mampu katakan benci, tak mau pergi, tak bisa berpaling hati, tak bisa menghentikan tatapan mata. Aku suka dia. Lebih.

Dan kembali aku ingat. Haruskah aku percaya?

Kapan mereka berpisah? Aku tidak pernah mendoakannya. Aku hanya menunggu keajaiban datang jatuh ke pangkuanku. Berharap yang aku inginkan kemudian menjadi kenyataan. Berdoa agar Tuhan merasakan penantian yang begitu mendalam. Tapi aku tak bisa, sedikit lagi aku tak bisa lagi percaya.

Dan lagi lagi aku termangu. Haruskah aku percaya?

Ya Tuhan, sungguh ini pergolakan hati yang hampir membuatku sesak hingga kehilangan nafas. Aaahh, aku lemas. Sedekar melihat masa lalu dia dengan dia yang indah. Tidak Tuhan, aku harus percaya. Sekarang dia bersamaku, dan sampai nanti dia tetap akan bersamaku. Bukan dengan masa lalunya, bukan pula dengan siapapun yang pernah mengejar atau menyakitinya. Dia hanya akan bersamaku. Untukku. Dan selalu menjadi punyaku.

Iklan

8 thoughts on “Haruskah Percaya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s