Jauh

Ketika jarak menjadi sebuah penghalang
Ketika rindu menjadi sebuah jembatan
Ketika doa masih terus saja terpanjatkan
Ketika itu kita harus selalu yakin. Semua akan ada jalan

Jauh. Ya, kini kita jauh. Jarak yang membentang cukup jauh. Dan terasa jauh karena kita belum mampu menggapainya. Jauh karena aku sadar aku masih berjalan dibawah naungan induk. Masih berpayungkan larangan. Masih dihujani teguran.

Jauh. Ya, kini kita jauh. Tapi justru semakin dekat. Hati yang kini terpaut rindu, terpautkan harapan tentang kebahagiaan, tentang impian yang indah, semakin begitu menguatkan. Ini menjadi terasa dekat. Sedekat doa yang tak pernah lepas aku panjatkan. Ya, jauh. Raga kita terpisah jauh.

Jauh. Ya, kini kita jauh. Tapi doa, mimpi kita, kenangan kita, rindu kita, masih tetap di jalur yang sama, di jalan yang sama, di tujuan yang sama. Nanti. Bukan hanya aku, tapi juga kamu. Kita bisa kembali. Bukan hanya dekat. Tapi Tuhan yang membuat kita satu.

Iklan

3 thoughts on “Jauh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s