Lembab

Ruang ini terasa pengap
Lembab
Ruang ini tak jauh beda dari penjara
Gelap
Ruang ini terlalu nyaman aku tinggali
Sepi

Lembab. Air itu membuat segalanya begitu lembab. Ruang ini tak lebih dari hanya ruang penuh pengap. Tak jauh berbeda dari penjara bawah tanah. Tanpa udara, tanpa cahaya.
Lembab. Ruang ini benar-benar membuatku sesak. Kupandang sudut dibelakangku. Ada sesuatu yang begitu mengganggu. Kupandang dinding ruang ini. Ada gambar menakutkan. Kupandang langit-langit ruang itu. Tidak ada benda bulat yang bisa memberikan cahaya, hanya ada bekas rembesan air.
Lembab. Ruang ini tanpa penunggu. Ruang ini tanpa pemilik. Kosong.
Lembab. Dan ternyata ini memang masih begitu lembab. Banyak orang berkata, banyak orang yang berbicara. Ruang ini penuh dengan cerita. Kadang tentang tawa, tapi juga luka.
Lembab. Dan kini aku harus menempati. Lembab. Dan aku tak pernah merasa nyaman. Hanya dingin yang aku rasakan.
Tapi kini hangat.
Ketika api membakar ruang ini. Tepat bersama seluruh isinya. Kemudian aku ganti dengan seluruh hidupku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s