Lemah atau Bosan

Bukan alasan ketika seseorang katakan, “Kamu terlalu baik untukku.”
Bukan alasan ketika seseorang katakan, “Kita udah engga cocok.”
Dan masih banyak lagi..

Sebenarnya tidak pernah ada alasan seperti itu. Tidak akan pernah ada alasan itu ketika semua terasa baik. Mungkin mereka yang mengatakannya hanya sedang kehilangan ingat. Bahkan tak ayal orang-orang kemudian merengek meminta kembali, meminta kata-kata mereka dicabut kembali.

Yah, waktu tak akan pernah terulang kembali. Mungkin hanya satu yang terasa terulang lagi, itu hanya deja vu.

Ketika seseorang katakan itu, tanda satu hal tentang kepribadiannya. Apakah dia lemah, hingga tak mampu untuk menatap masa depan. Ia lemah, sehingga kalah sebelum berperang. Atau hal lain. Yaitu dia sudah menemukan kata lain dalam hubungan. Bosan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s