Siapa Berani

Ketika kecewa menghampiri. Ketika ketulusan kemudian datang mendampingi. Siapa berani. Siapa sudi untuk membiarkannya pergi. Atau membuatnya mati. 

Ketika yang kau butuhkan adalah lembaran baru lagi. Dan ia tak pernah berhenti memberi. Siapa berani. Siapa yang tega melepaskan sebuah kebaikan yang tak henti. Atau membuangnya agar tak kembali.

Ketika yang kau butuhkan adalah lupa akan sakit di hati. Dan sedikit kau buka untuk melupakan pedih yang menghantui. Siapa berani. Siapa yang tahu bahwa senyum tak selamanya berarti. Atau perhatian itu selamanya menyayangi. 

Buktinya, ketika sudah kau lupakan segala cerita tentang lelah menanti. Ternyata ia tak jauh dari bermain api. Sedikit datang, dan lama pergi. Lama pergi, dan memang tak akan bisa kembali. Siapa berani. Ia punya monyet baru berkulitkan duri. Ia punya monyet baru beralaskan belati. Ia punya monyet baru yang selalu mencemburui. Ia punya monyet baru yang selalu mengikuti. Ia punya monyet baru yang takut lelakinya didekati. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s