Aku vs Dia (Part 3)

Ternyata aku belum berdamai dengan keadaan
Terkadang kesal dan menahan perasaan
Tak kusebut perasaan apa itu
Yang kutahu menggumpal dalam kepala
Panas menggerogoti jiwa raga
Marah yang tidak bisa lewat kata
Mungkin air penuh dalam mata
Tidak apa-apa
Semua menjadi cerita
Bahwa kita pernah bersama
Gak apa-apa aku yang setia
Meski kamu pernah lupa

Iklan

Aku vs Dia (Part 2)

Hidup tak melulu tentang nyapa dan bertemu.
Malah sering menahan rindu.
Manusia tidak melulu baik dan mudah berjanji .
Malah terkadang naik dan lupa teman sendiri.
Aku sulit merangkai kata, hanya padamu aku mudah bermain kata.
Aku sulit analisa matematika, hanya pada mu aku mengerti cinta.
Aku sih yang bilang cinta, tapi dia yang di terima

Niat hati ingin selamanya sejati
Apalah daya takdir tidak merestui
Cita-cita ingin membeli rumah agar mandiri
Malah dia yang kau beri mimpi
Boleh pergi tapi untuk kembali
Tapi ternyata janji menutupi langkah kaki
Cape sendiri
Ketemu boleh ketemu
Tapi kamu memberi harapan palsu
Aduh bagai aku yang kehausan
Dia yang kau beri minum

Ucap mu tak selamanya harum.
Cerita mu selalu bikin kagum.
Hidup ku butuh kamu tak menuntun.
Tangan mu berharap bisa ku tuntun.
Cita-cita ingin serumah dan sekamar,
Dia lebih dulu bertamu dan melamar.
Cita-cita punya anak sebelas dan bikin kesebelasan.
Dia lebih dulu memulai dan memesan.
Niat hati sehidup semati, tapi dia yang mengucap janji

Aku vs Dia

Seminggu dua minggu gak masalah
Sebulan dua bulan sudah dimaafkan
Enam bulan sampai setahun, capek hati
Jaga anak orang itu susah
Beda anak ayam dan anak orang
Tapi Tuhan Maha Adil
Gak apa-apa, aku yang jagain
Tapi dia yang dimenangin

Sesekali aku nge-chat
Sesekali aku kepo
Sesekali aku posting
Buat apa? Buat dapet perhatiannya.
Tapi apa? Cuma nunggu.
Nunggu kamu sih enak. Yang ga enak itu nunggu kabar dari kamu.
Bangun tidur enaknya sarapan selamat pagi dari kamu.
Tapi….
Gue yang nungguin. Dia yang dapetin.

Aduh manusia siapa sih yang tahu
Kadang sebaik mama yang kasih uang
Kadang sejahat rindu yang selalu mengganggu
Manusia bisa berubah dalam satu waktu
Pergi berteman senyum membawa kata ‘sampai jumpa’
Pulang berteman ‘teman baru’ membawa kata ‘selamat tinggal’
Siapa yang tahu?
Aku sih yang kangenin
Dia yang nemenin