Aku vs Dia (Part 2)

Hidup tak melulu tentang nyapa dan bertemu.
Malah sering menahan rindu.
Manusia tidak melulu baik dan mudah berjanji .
Malah terkadang naik dan lupa teman sendiri.
Aku sulit merangkai kata, hanya padamu aku mudah bermain kata.
Aku sulit analisa matematika, hanya pada mu aku mengerti cinta.
Aku sih yang bilang cinta, tapi dia yang di terima

Niat hati ingin selamanya sejati
Apalah daya takdir tidak merestui
Cita-cita ingin membeli rumah agar mandiri
Malah dia yang kau beri mimpi
Boleh pergi tapi untuk kembali
Tapi ternyata janji menutupi langkah kaki
Cape sendiri
Ketemu boleh ketemu
Tapi kamu memberi harapan palsu
Aduh bagai aku yang kehausan
Dia yang kau beri minum

Ucap mu tak selamanya harum.
Cerita mu selalu bikin kagum.
Hidup ku butuh kamu tak menuntun.
Tangan mu berharap bisa ku tuntun.
Cita-cita ingin serumah dan sekamar,
Dia lebih dulu bertamu dan melamar.
Cita-cita punya anak sebelas dan bikin kesebelasan.
Dia lebih dulu memulai dan memesan.
Niat hati sehidup semati, tapi dia yang mengucap janji

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s