Aku Cinta

Jika suatu hari kita tak lagi berjumpa. Tak lagi saling berbagi tentang suka dan duka. Tak lagi ungkapkan berbagai rasa. Tak lagi bisa saling menggapai cita. Hanya bisa berdoa atau menangis karena rindu tentang asa. Maka hanya satu aku bisa ungkapkan rasa dalam raga. Aku cinta.

Bosan. Bosan aku tangisi apa yang seharusnya aku lepaskan. Aku terlalu naif menahan segalanya. Seakan semua indah tapi dia tak pernah bisa. Selama apapun aku menunggu, sejauh apapun aku mencari, sebisa caraku menggapainya, dia tak akan tahu. Aku cinta.

Andai langit bisa lukiskan segalanya. Andai pelangi bisa warnai segalanya. Dan andai dia baca isi dalam hatiku. Aku hanya, cinta.

Curiga

Kadang aku malas memandang hari. Ternyata semua tak akan jauh berbeda. Tak ada warna dan hanya penuh dengan curiga. Penuh masalah yang aku tahu, itu menyusahkan. Bodoh, aku termakan rayuan setan lagi. Kini bukan positif thinking yang bisa aku lakukan, hanya penyesalan dan bosan dengan semua perlakuan. Aku hanya bisa curiga. Apa akan ada kisah baik setelah ini. Dan, apa hanya ada kecurigaan tentang hari buruk penuh kemurkaan.

Curiga. Dan hanya itu yang bisa aku lakukan. Padahal satu tahun penuh ini aku pendam segala yang ada. Aku tahan semua tentang kepedihan. Aku kubur semua kesakitan ketika aku duduk manis penuh harapan tentang kebahagiaan, padahal bosan dan kesal menunggu.

Curiga. Aku curiga tak lagi ada bahagia setelah suka. Tak ada tawa setelah tangis. Tak ada senyuman setelah kuhapus air mata. Oh Tuhan, aku benci perasaan ini.

Malu Rasanya

Sudah aku buat sebuah hadiah kecil yang akan aku berikan padamu esok hari. Begitu mendebarkan dan aku malu ketika aku melihatnya dengan bungkusan kertas berwarna biru bergaris tepat di atas meja riasku.
Malu rasanya melihat sesuatu yang tidak begitu berharga, ternyata esok hari akan hilang dan tak dapat lagi aku lihat bentuknya yang unik dalam kamar biru langitku.
Malu rasanya. Takut-takut ia tidak akan suka dan malah akan membuangnya dengan perasaan tak peduli.
Entahlah. Aku terus memikirkan hal tak penting seperti ini. Bayangannya melecehkan apa yang sebenarnya belum terjadi dan hanya menjadi setan di dalam pikiranku. Tuhan, bantu aku melepaskan semua pikiran buruk ini.
Seharusnya aku optimis, dia akan menerimanya dengan baik dan dia akan memberikan senyuman termanis untukku. Tapi, aku justru melipat wajahku dan memperlihatkan wajah sangat tidak baik. Aku membisu. Takut ini benar-benar memenjarakanku.
Malu rasanya, aku bukan seorang makhluk berdompet tebal penuh dengan kertas berangka besar pula. Aku manusia tak berdompet, tak beroda, tak berkalungkan berlian, tak juga beratapkan istana. Aku adalah aku yang tidak bisa disebut sederhana.
Malu rasanya. Malu rasanya. Malu rasanya.
Aku menyimpan perasaan lebih padanya.

Entahlah

Ini baru terasa

Ternyata sedikit menggores jiwa

Yang awalnya indah kurasa

Kini telah menghancurkan raga

 

Sesaat dia datang pesona bagai pangeran

Dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan

Dan kau lupakan aku semua usahaku

Semua pagi kita, semua malam kita

 

Oh tak akan lagi ku menunggumu

Dan tak ada lagi tutur manis merayumu

 

We text

We talk

We walk

We run

We smile

We laugh

We love

That’s us

 

Terkadang, seseorang lebih memilih tuk tersenyum, hanya karena tak ingin menjelaskan mengapa dia bersedih.

 

Berdoalah ketika hidupmu mulai redup harapan, bersemangatlah dengan cita-cita dan cintamu.

 

Dan,

 

Masa-masa bersamamu masih terasa manis

Masih penuh dengan suka

Manis dan selembut lamunan

Dan aku melambung mengingatnya

 

Kini kamu bagai permata

Begitu berarti sampai tak ada kata lain

Hanya kamu

Kamu dan cuman kamu

 

Masa ini indah

Masa dimana hanya ada kamu

Memberi kesan tak terganti

Melukis senyum setiap hari

Masa Dimana Ada Kamu

Masa-masa bersamamu masih terasa manis
Masih penuh dengan suka
Manis dan selembut lamunan
Dan aku melambung mengingatnya

Kini kamu bagai permata
Begitu berarti sampai tak ada kata lain
Hanya kamu
Kamu dan cuman kamu

Masa ini indah
Masa dimana hanya ada kamu
Memberi kesan tak terganti
Melukis senyum setiap hari

Terakhir

Ini kata-kataku yang terakhir jika kamu mau memberi celah.

Sebelum aku benar-benar mati,
Sebelum aku benar-benar menghembuskan nafasku yang terakhir,
Izinkan aku menghentikan air mata dalam hatiku,
Mengehntikan segala kesalahan yang aku perbuat secara sengaja ataupun tidak.

MAAF
Izinkan aku mendapatkan maaf agar aku bisa tenang menghadapi segala kehidupan ini,
Izinkan aku merasakan kebahagiaan dunia dengan baik untuk mendapatkan kebahagiaan akhirat yang mungkin sudah diambang mata.

Aku pernah salah dan aku pernah menyakiti,
Tapi aku selalu berdoa agar semua takkan pernah berlanjut menjadi semakin parah.

Aku pernah membuatmu menangis atau kecewa,
Tapi izinkan aku melepaskan kepenatan ini.

Jika seandainya kamu ingin marah dan benar-benar marah. Marahlah. Tapi hanya padaku.
Jika seandainya kamu tidak mau memaafkan. Silahkan. Tapi maafkanlah yang lain.

Cukup aku. Cukup ini dosaku. Bukan orang lain. Bukan juga semua orang.

Tak Apa

Tak apa
Jika Engkau menginginkanku jatuh hati pada lebih dari seorang lelaki
Tapi izinkan aku memiliki satu diantara semuanya yang akan menjadi cinta sejati

Tak apa
Jika Engkau menginginkanku selalu merindukan banyak lelaki
Tapi izinkan aku suatu hari nanti hanya punya satu rindu yang akan terus menanti

Tak apa
Jika Engkau menginginkanku tak bisa melupakan semua kenangan laluku
Tapi izinkan aku rangkai hari yang indah dengan bahagia sebagai kenangan di masa depanku