Entahlah

Ini baru terasa

Ternyata sedikit menggores jiwa

Yang awalnya indah kurasa

Kini telah menghancurkan raga

 

Sesaat dia datang pesona bagai pangeran

Dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan

Dan kau lupakan aku semua usahaku

Semua pagi kita, semua malam kita

 

Oh tak akan lagi ku menunggumu

Dan tak ada lagi tutur manis merayumu

 

We text

We talk

We walk

We run

We smile

We laugh

We love

That’s us

 

Terkadang, seseorang lebih memilih tuk tersenyum, hanya karena tak ingin menjelaskan mengapa dia bersedih.

 

Berdoalah ketika hidupmu mulai redup harapan, bersemangatlah dengan cita-cita dan cintamu.

 

Dan,

 

Masa-masa bersamamu masih terasa manis

Masih penuh dengan suka

Manis dan selembut lamunan

Dan aku melambung mengingatnya

 

Kini kamu bagai permata

Begitu berarti sampai tak ada kata lain

Hanya kamu

Kamu dan cuman kamu

 

Masa ini indah

Masa dimana hanya ada kamu

Memberi kesan tak terganti

Melukis senyum setiap hari

Iklan

Terakhir

Ini kata-kataku yang terakhir jika kamu mau memberi celah.

Sebelum aku benar-benar mati,
Sebelum aku benar-benar menghembuskan nafasku yang terakhir,
Izinkan aku menghentikan air mata dalam hatiku,
Mengehntikan segala kesalahan yang aku perbuat secara sengaja ataupun tidak.

MAAF
Izinkan aku mendapatkan maaf agar aku bisa tenang menghadapi segala kehidupan ini,
Izinkan aku merasakan kebahagiaan dunia dengan baik untuk mendapatkan kebahagiaan akhirat yang mungkin sudah diambang mata.

Aku pernah salah dan aku pernah menyakiti,
Tapi aku selalu berdoa agar semua takkan pernah berlanjut menjadi semakin parah.

Aku pernah membuatmu menangis atau kecewa,
Tapi izinkan aku melepaskan kepenatan ini.

Jika seandainya kamu ingin marah dan benar-benar marah. Marahlah. Tapi hanya padaku.
Jika seandainya kamu tidak mau memaafkan. Silahkan. Tapi maafkanlah yang lain.

Cukup aku. Cukup ini dosaku. Bukan orang lain. Bukan juga semua orang.

Tak Apa

Tak apa
Jika Engkau menginginkanku jatuh hati pada lebih dari seorang lelaki
Tapi izinkan aku memiliki satu diantara semuanya yang akan menjadi cinta sejati

Tak apa
Jika Engkau menginginkanku selalu merindukan banyak lelaki
Tapi izinkan aku suatu hari nanti hanya punya satu rindu yang akan terus menanti

Tak apa
Jika Engkau menginginkanku tak bisa melupakan semua kenangan laluku
Tapi izinkan aku rangkai hari yang indah dengan bahagia sebagai kenangan di masa depanku

Selamat Ulang Tahun

Selamat Ulang tahun untukku
Doa aku panjatkan semoga engkau tetap dalam lindungan Allah SWT
Amin

Selamat Ulang tahun untuk diriku
Semoga bukan dengan air mata engkau hidup
Tapi hiduplah engkau dengan senyuman karena kesederhanaanmu
Amin

Selamat Ulang tahun untuk hidupku
Semua orang akan mendoakan sesuatu yang terbaik untukmu
Mereka menginginkan kamu juga menjadi yang terbaik
Untuk mereka, keluargamu, serta semua orang
Amin

Selamat Ulang tahun untuk hatiku
Hatimu akan terisi oleh seseorang yang luar biasa
Hatimu akan cantik dengan kepribadianmu
Hatimu akan bahagia bersama teman surgamu
Amin

Selamat Ulang tahun yang ke 17
Allah mencintaimu
Kedua orang tuamu juga
Sahabat dan seluruh temanmu pun sama
Seseorang di sana juga terutama
Mereka berharap engkau juga mempunyai rasa yang sama
Amin

Berhati Dua

Kamu penipu
Mengumbar rasa yang tak mungkin terjadi
Kamu penipu
Mengumbar janji yang tak bisa kau beri

Aku katakan cinta
Tapi kau tak pernah bersua
Aku ucapkan rindu
Tapi kau hanya membisu

Penipu
Tepat dengan bermuka dua
sama hancurnya dengan seorang pencaci
Penipu
Sama halnya dengan menjual kata
katakan cinta yang tak pernah terbukti

Sayang, kau katakan padaku
Tak lantas kau juga katakan padanya
Cinta, kau sanjung padaku
Tak lantas pula kau umbar padanya

Bermukakah dua?
Atau memang hatimu yang selalu mendua?
Berhatikah dua?
Atau memang kau hanya bermain rasa?

Qais yang Gila

Cinta adalah cinta… begitulah adanya cinta di sepanjang masa.
Dia merupakan getaran yang menyentuh hati,
panggilan mendesak tubuh dan api yang membara dalam dada setiap kali melihat sang kekasih atau mendengar namanya disebut.

Bulan ini aku belum menemuinya. Tak melihat senyumnya. Tak juga mendengar suara riangnya. Aku merindukannya. Laila.
Teman kanak-kanakku yang sampai saat ini setia bermain bersamaku.
Laila.
Kini aku merasakan sebuah getaran. Rasa yang menggebu merasuk ke dasar raga. Cinta.

Kubuka hatiku. Aku yakin dengan perasaanku.
Padamu sang pujangga rasa.
Meski aku salah memberi gundah dalam hidupmu. Karena kau putri pamanku.

Islam datang dengan penuh keagungannya. Memberi batasan antara kita berdua. Kau menjauh dan aku menunggu.
Islam datang dengan penuh keindahan. Memberi langkah dan rangkulan penuh harap untuk hidup jauh dari kejahiliahan. Tapi kau semakin menghilang.

Kupinta dirimu penuh harap. Kupinta dirimu penuh cinta tanpa ragu. Tapi paman memberi duri. Tapi paman memberi sendu.
Ia nikahkan engkau dengan pemuda suku Tsaqif.

Aku tak tahu dan aku hampir gila karena tak mengerti. Aku hasilkan berjuta syair tentang rasa cinta pada Laila. Aku hasilkan berjuta syair penuh rindu untuk Laila. Tapi aku hanya disebut gila.
Aku hampir mati karena rasa.

Aku simpulkan satu dari kemungkinan dalam hatiku.

Sang paman tidak mengerti arti cinta sama sekali; detak jantungnya tidak cepat, tenggorokannya tidak mengering dan kata-kata tidak hilang dari akalnya ketika melihat sang kekasih.

Terinspirasi dari salah satu cerita pendek “Qais yang Gila” dalam buku berjudul “Kisah-kisah Cinta di Awal Islam” karya Iqbal Barakat.

Cinta Kembali

Cinta kembali masuk dalam hatiku
Untuk kesekian kali memberi kesan yang dalam
Cinta kembali juga masuk dalam egoku
Untuk kesekian kali cinta menghancurkanku

Henti langkah takkan memberi hikmah
entah ini hari terakhir menuju kematianku
rasa yang kujaga hingga detik ini
akan habis dan melebur bersamanya
waktu menghancurkan cinta yang kini kembali
akan habis dan mencair bersama gundah
tidak akan kembali memberi amarah
ini sudah yang paling parah

KOlaborasi dengan Cucu Herawati